RM.Torani-Balikpapan

Kamis, 29 Juli 2010

Memahami Penyakit Psikosomatis

Baru-baru in saya mendapat klien, seorang pria, sebut saja Pak Rudi, yang mengeluh sakit kepala sebelah yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Pak Rudi telah berobat ke dokter, telah melakukan cek darah lengkap, dan bahkan telah menjalani CT Scan dan MRI. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Pak Rudi sehat, sama sekali tidak ada masalah.
Tidak puas dengan hasil pemeriksaan lab dalam negeri, Pak Rudi memutuskan berobat ke negeri jiran dan kembali menjalani pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya? Sama, Pak Rudi dinyatakan sepenuhnya sehat. Dokter tidak bisa menemukan apa yang menyebabkan sakit kepala Pak Rudi.
Dokter di dalam negeri dan di negeri jiran sama-sama mengatakan bahwa sakit kepala Pak Rudi ini disebabkan karena pikiran, bukan karena masalah fisik. Mereka menyarankan Pak Rudi untuk tidak banyak pikiran, hidup lebih santai, berolahraga, dan kalau perlu mengambil cuti dan berlibur untuk menenangkan pikiran.
Pembaca, apa yang dialami oleh Pak Rudi dikenal sebagai penyakit psikosomatis. Psiko artinya pikiran dan soma artinya tubuh. Jadi, penyakit psikosomatis artinya penyakit yang timbul atau disebabkan oleh kondisi mental atau emosi seseorang. Penyakit ini juga disebut dengan penyakit akibat stress. Penyakit psikosomatis sekarang  sering disebut dengan penyakit psikofisologis. Namanya saja yang sedikit berbeda namun maknanya sama.
Salah satu hipnoterapis alumnus Quantum Hypnosis Indonesia juga pernah menangani klien, seorang wanita, yang alergi gula atau makanan yang manis. Jika ia makan permen atau minum minuman yang manis maka seluruh tubuhnya akan gatal dan bengkak. Yang aneh adalah bila ia makan nasi atau roti tidak apa-apa. Padahal yang namanya gula itu kan glukosa. Bukankah karbohidrat setelah masuk ke tubuh akan diubah menjadi glukosa?  Secara logika, harusnya kalau ia makan nasi atau roti maka reaksi tubuhnya akan sama dengan makan permen atau minum minuman yang manis.
Banyak orang menderit penyakit psikosomatis namun tidak menyadarinya. Mereka biasanya akan terus berusaha sembuh dari sakit yang dideritanya dengan terus berobat namun tidak bisa sembuh. Kalaupun ada perubahan biasanya intensitas penyakitnya saja yang menurun tapi tidak bisa sembuh total. Selang beberapa saat biasanya akan kambuh lagi dan bisa lebih parah dari sebelumnya.
Baik Pak Rudi dan klien wanita ini sembuh hanya dalam satu sesi terapi setelah akar masalah yang mengakibatkan penyakit psikosomatisnya berhasil ditemukan dan dibereskan.
Apa saja sakit yang masuk kategori psikosomatis? Semua sakit fisik yang disebabkan oleh kondisi mental atau emosi penderitanya; mulai sakit kepala, sesak napas, badan lemas lunglai tak bertenaga, jantung berdebar, sulit tidur, sakit maag, mata berkunang-kunang, bahkan lumpuh, dan masih banyak lagi. 
Bagaimana Terjadinya?
Untuk memahami terjadinya penyakit psikosomatis kita perlu mencermati hukum pikiran dan pengaruh emosi terhadap tubuh. Ada banyak hukum yang mengatur cara kerja pikiran, salah duanya adalah:
• Setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik.
• Simtom yang muncul dari emosi cederung akan mengakibatkan perubahan pada tubuh fisik bila simtom ini bertahan cukup lama.
Hukum pertama mengatakan setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik. Bila seseorang berpikir, secara konsisten, dan meyakinkan dirinya bahwa ia sakit jantung, maka cepat atau lambat ia akan mulai merasa tidak nyaman di daerah dada, yang ia yakini sebagai gejala sakit jantung. Bila ide ini terus menerus dipikirkan dan akhirnya ia menjadi sangat yakin, menjadi belief, karena gejalanya memang “benar” adalah gejala sakit jantung maka, sesuai dengan bunyi hukum yang kedua, ia akan benar-benar sakit jantung.
Biasanya orang tidak akan secara sadar menginginkan mengalami sakit tertentu. Umunya yang mereka rasakan adalah suatu perasaan tidak nyaman, secara emosi. Sayangnya mereka tidak mengerti bahwa perasaan tidak nyaman ini sebenarnya adalah salah satu bentuk komunikasi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar. 
Ada lima cara pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan pikiran sadar. Bisa melalui perasaan, kondisi fisik, intuisi, mimpi, dan dialog internal. Umumnya pikiran bawah sadar menyampaikan pesan melalui perasaan atau emosi tertentu. Bila emosi ini tidak ditanggapi atau diperhatikan maka ia akan menaikkan level intensitas pesannya menjadi suatu bentuk gangguan fisik dan terjadilah yang disebut dengan penyakit psikosomatis.
David Cheek M.D., dan Leslie LeCron menulis dalam buku mereka, Clinical Hypotherapy (1968), terdapat 7 hal yang bisa mengakibatkan penyakit psikosomatis:
-Internal Conflict : konflik diri yang melibatkan minimal 2 Part atau Ego State.
-Organ Language : bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam mengungkapkan perasaannya. Misalnya, “Ia bagaikan duri dalam daging yang membuat tubuh saya sakit sekali.”  Bila pernyataan ini sering diulang maka pikiran bawah sadar akan membuat bagian tubuh tertentu menjadi sakit sesuai dengan semantik yang digunakan oleh klien. 
-Motivation / Secondary Gain: keuntungan yang bisa didapat seseorang dengan sakit yang dideritanya, misalnya perhatian dari orangtua, suami, istri, atau lingkungannya, atau menghindar dari beban tanggung jawab tertentu.
-Past Experience : pengalaman di masa lalu yang bersifat traumatik yang mengkibatkan munculnya emosi negatif yang intens dalam diri seseorang.
-Identification : penyakit muncul karena klien mengidentifikasi dengan seseorang atau figur otoritas yang ia kagumi atau hormati. Klien akan mengalami sakit seperti yang dialami oleh figur otoritas itu.
-Self  Punishment : pikiran bawah sadar membuat klien sakit karena klien punya perasaan bersalah akibat dari melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai hidup yang klien pegang.
-Imprint : program pikiran yang masuk ke pikiran bawah sadar saat seseorang mengalami emosi yang intens. Salah satu contohnya adalah orangtua menanam program ke pikiran bawah sadar anak dengan berkata, “Jangan sampai kehujanan, nanti bisa flu, pilek, dan demam."
Sedangkan Tebbets, pakar hipnoterapi terkemuka, mengatakan bahwa kebanyakan penyakit bersifat psikosomatik dan dipilih (untuk dimunculkan) pada level pikiran bawah sadar untuk lari dari suatu situasi yang dipersepsikan sebagai suatu tekanan mental yang berlebihan (overload) yang disebabkan oleh emosi destruktif seperti marah, benci, dendam, takut, dan perasaan bersalah.
Bagaimana Mengatasinya?
Karena yang menjadi sumber masalah sebenarnya adalah emosi maka terapis harus mampu membantu klien memproses emosi terpendam yang menjadi sumber masalah. 
Tebbets mengatakan bahwa ada 4 langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit psikosomatis dan menghilangkan simtomnya melalui teknik uncovering:
1.Memori yang menyebabkan munculnya simtom harus dimunculkan dan dibawa ke level pikiran sadar sehingga diketahui.
2.Perasaan atau emosi yang berhubungan dengan memori ini harus kembali dialami dan dirasakan oleh klien.
3.Menemukan hubungan antara simtom dan memori.
4.Harus terjadi pembelajaran pada secara emosi atau pada level pikiran bawah sadar, sehingga memungkinkan seseorang membuat keputusan, di masa depan, yang mana keputusannya tidak lagi dipengaruhi oleh materi yang ditekan (repressed content) di pikiran bawah sadar.
Mencari tahu apa yang menjadi sumber masalah dilakukan dengan hypnoanalysis mendalam. Ada banyak teknik hipnoterapi yang bisa digunakan untuk melakukan hypnoanalysis. Setelah itu, emosi yang berhubungan dengan memori dialami kembali, dikeluarkan, diproses, dan di-release. Dan yang paling penting adalah kita mengerti pesan yang selama ini berusaha disampaikan oleh pikiran bawah sadar dengan membuat klien mengalami penyakit psikosomatis. Baru setelah itu proses kesembuhan bisa terjadi.
Pada saat alasan untuk terciptanya penyakit psikosomatis telah berhasil dihilangkan maka pikiran bawah sadar tidak lagi punya alasan untuk mempertahankan penyakit itu atau memunculkannya lagi di masa mendatang.
Saya akhiri artikel ini dengan kalimat bijak yang disampaikan oleh Dr. Raymond Charles Barker, “When there is a problem, there is not something to do. There is something to know.”

Penemuan Terbaru Tentang Kanker Hati..." JANGAN TIDUR LARUT MALAM"

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati(GOT,GPT),tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pa! da hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).

Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum,ternyata
memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin,demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna,Pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat. ! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat,kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:

*. Malam hari pk 9 - 11 : adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun(de-toxin) di bagian
sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

*. Malam hari pk 11 - dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

*. Dini hari pk 1 - 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

*. Dini hari pk 3 - 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

*. Pagi pk 5 - 7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

*. Pagi pk 7 - 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil,harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!!!!

Sumber : berbagai sumber

Pengaruh Pikiran Terhadap Kesehatan


Herbert Spencer mengatakan bahwa 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa yang biasa disebut dengan psycho somatic disease. Apa yang dipikirkan oleh jiwa berpengaruh pada seluruh anggota tubuh bagian luar, baik pada ekspresi wajah maupun gerakan tubuh. Pikiran jiwa berpengaruh pada anggota tubuh bagian dalam, seperti bertambahnya detak jantung, suhu tubuh, proses bernafas, dan tekanan darah yang ikut mempengaruhi liver, ginal, limpah, lambung, paru-paru, dan lain-lain.
Dalam sebuah penelitian tentang dialog jiwa menunjukkan hasil bahwa 75% penyakit tubuh berasal dari dialog negatif dengan jiwa yang disebut oleh para dengan sandiwara internal.
Hal ini juga telah disampaikan oleh Rasulullah Muhammad saw sekitar 15 abad yang lalu: “Jangan kalian pura-pura sakit sehingga benar-benar jatuh sakit“.
Dengan demikian, jelas bahwa pkiran bisa menimbulkan penyakit. Jika seseorang selalu pura-pura sakit, lambat laun akan menjadi kenyataan.

Minggu, 25 Juli 2010

Filosofi Air


Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
Air mematikan api dan membersihkan kotoran
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan air meloloskan diri
Dalam bentuk uap dan kembali mengembun.

Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu karang, dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali

Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati
karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.

Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya
(Tao Te Ching)

Filosofi hidup Dan Prinsip Hidup


Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda
di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap
orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan
mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.

Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun
prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai
tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini
tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya
seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang
ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa
seseorang dalam menjalani hidupnya.

Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun
psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup.
Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui
kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas
cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh
cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat
diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural,
metafisika, filsafat dsb.

Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai
panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar.
Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup
dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan
sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi
hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,
kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi
hidupnya, yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang
keras.

Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau
prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak berusaha
mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang
baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang
yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya
dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup
dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan
tidak melampaui, ia berada di tengah-tengah. Orang yang kuat adalah
orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia
mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh
filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa
lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.
Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga
dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah,
jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa
sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun
kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari
itulah yang penting.

Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itu baik dan
bersih. Pada saat seseorang dalam keadaan tenang, ia membuat
berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan
timbul beberapa hambatan dari luar dirinya atau adanya pengaruh dari
lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar
dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan
baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip
hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa
berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik.
Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi
seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal
menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada
saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada
saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini,
jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa
yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu
hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia
menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi
hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia
susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan
dari luar dirinya.

Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir
jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut
dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing
negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan
filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang
kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam
berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan
dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato dan Socrates.
Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu
pengetahuan, maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu
psikologi, Bapak Sigmud Frued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi
yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan.
Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa
untuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari
segala sesuatu, meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan
filsafat tidak bisa dipisahkan dan sebaliknya. Banyak tokoh
psikologi yang semula mempelajari filsafat kemudian melanjutkan
pengetahuannya ke bidang psikologi.
Beberapa kata kutipan yang diambil da
ri kedua tokoh ini, yakni :

" Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan, itulah yang kau
sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan di mana
orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi
(Socrates)".
Dan,

" Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yang berfikir, tidak
percaya (Sigmud Frued)".

Disini dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studi banding antara kedua
ilmu tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segala sesuatu
menurut perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut
mempunyai suatu kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas
mengenai asal mulanya sesuatu yang pasti ada hubungannya dengan
manusia dan alam sekitarnya.

Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan seorang Sigmund Frued
membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini mempunyai kaitan yang
cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh Socrates mengenai
kebahagiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ilmu
psikologi yang diberikan oleh Sigmund Frued mengenai pikiran (alam
sadar atau alam bawah sadar) dapat dijadikan landasan seseorang
untuk mencapai kebahagiaan.

Oleh sebab itu, seseorang yang mempelajari psikologi maupun
tidak, harus memiliki satu tujuan hidup atau filosofi hidup agar
bisa berkembang, dan seseorang yang mempelajari filsafat maupun
tidak, harus memperhatikan apakah dan bagaimanakah agar filosofinya
dapat diterapkan dengan baik dan benar sehingga mempunyai
psikologis/jiwa yang sehat untuk maju dan berhasil.

"Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentang segala sesuatu,
maka itulah inti pengetahuan'.

Antara Prinsip Hidup Dan Integritas


Sering kita temukan di lingkungan pergaulan, baik ditempat kerja, disekolah atau dimasyarakat, ada orang-orang tertentu yang kita kenal sebagai orang yang mencla- mencle. Label mencla-mencle diberikan kepada orang-orang yang dianggap tidak konsisten dalam menyingkapi sesuatu. Misalnya, setelah menyatakan setuju terhadap sesuatu, kemudian berubah menjadi tidak setuju dalam waktu relatif singkat.
Mencla-mencle ini bisa terjadi untuk kasus-kasus kecil/sepele sampai urusan-urusan besar atau penting. Namun tidak seorangpun yang sudi dianggap mencla-mencle, mereka merasa malu, karena mencla-mencle itu diartikan sebagai orang yang kurang memiliki pendirian, tidak berketetapan hati atau tidak berprinsip.

A. Pengertian Prinsip Hidup dan IntegritasPrinsip hidup setiap orang berbeda-beda dan tidak semuanya dapat diterima oleh masyarakat. Tetapi prinsip dapat berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan perilaku. Prinsip apa saja yang kita pegang, sangat terkait dengan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan, tujuan hidup, dan nilai-nilai yang kita anut.
Menurut John Powel, dalam buku Unconditional Love ( Cinta yang Tidak Bersyarat ) prinsip hidup adalah wawasan yang bersifat umum, yang diterima atau dilekatkan pada situasi yang dipilih. Misalnya, kita memegang prinsip bahwa yang baik harus dilaksanakan, sedangkan yang buruk harus dihindarkan, maka prinsip ini mengarahkan perilaku kita untuk memilih yang baik dan menolak yang buruk ketika dihadapkan pada pilihan antara kedua hal tersebut.
Integritas adalah karakteristik yang dimiliki seseorang yang telah mampu mengembangkan kepribadiannya sedemikian rupa sehinggga mencapai tingkat perkembangan yang tinggi, seimbang, dan terpadu antar berbagai aspek dalam dirinya : fisik, psikis, sosial dan spritual. Integritas dapat diartikan sebagai kejujuran dan kesesuaian antara nilai-nilai dan perilakunya. Antara nilai-nilai dan perilaku akan sesuaian jika spritualitas yang memimpin perilaku tersebut.

B. Jenis Prinsip
-Prinsip Kesenangan ( pleasure princile )
Memiliki kebutuhan untuk memperoleh hal-hal yang akan memberi kesenangan, dan ingin mencapai kesenangan dalam hidup, maka hal-hal dapat menberi kesenangan itulah yang paling tinggi nilainya melebihi hal-hal yang.lain.
-Prinsip Kekuasaan.
Kekuasaan yang menjadi kebutuhan, dan menjadikannya sebagai tujuan dalam hidup, sehingga kekuasaan memiliki nilai tertinggi dan amat penting.
-Mensejahterakan Orang Lain karena Empati ( altruisme ).
Memiliki dorongan yang kuat untuk dapat berbuat banyak bagi orang lain karena empati.

Ciri-ciri orang yang tidak memiliki prinsip hidup :
Tidak memiliki pendirianTidak memiliki ketetapan hatiMudah berubah-ubah sikap atau responnyaMengikuti kemana arah angin bertiup, pendapatnya seringkali berupa pendapat orang lain, atau berpihak pada situasi yang paling menguntungkan dan paling aman.

Ciri orang yang tidak memiliki Integritas :
Kurang mengenal dirinya sendiri
Kekurangan wawasan untuk menentukan batas-batas moralMengabaikan prinsip hidup yang telah dirintis dan diguratkan dalam hati demi kepentingan sesaat.Menyadari bahwa ia memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, namun ingin menampilkan diri sebagai orang yang bermoral tinggi agar tetap dihargai (munafik).

C. Upaya menegakkan Prinsip Hidup dan Integritas1. Pengenalan terhadap diri sendiriMerupakan pondasi dasar dan berlangsung seumur hidup. Yang jadi persoalan adalah bahwa mengenal diri sendiri seringkali dirasa sebagai pengalaman menyakitkan. Karena bagi kebanyakan orang, tidak mudah untuk dapat menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki kelemahan.
Ada 2 cara menghadapi kekurangan diri sendiri :
a) Cara negatif atau salah :
- Disimpan dalam alam bawah sadar (represi)
- Mencari pembenaran untuk kelemahan yang ada (rasionalisai )
- Mengingkari, menganggap bahwa itu merupakan kekurangan orang
lain.
b)Cara positif atau sehat :
-Menerima kekurangan diri sendiri, yaitu dengan menerima apa adanya
-Mengembangkan hal-hal positif yang kita punya dan dengan sendirinya hal-hal negatif akan semakin berkurang.2. Mawas diriSemakin mawas diri semakin jelas prinsip hidup apa yang harus kita jalani atau tegakkan.
Dengan adanya prinsip hidup dan integritas akan membuat kerja psikis kita lebih efisien. Terutama jika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk menentukan pilihan. 

Kamis, 22 Juli 2010

Mario Teguh Berkata.....

 
Pemarah Dan Bersabar
Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

 Kesenangan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan..

 Hidup Sederhana
Kita harus berusaha agar dapat hidup sederhana , namun dampaknya tidak sederhana.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Mungkin lelaki merajai dunia, tapi tidak ada lelaki yang bukan anak dari seorang Ibu.
Seorang petarung sakti mandra guna, tak mempan pisau dan peluru, otot kawat tulang besi dan kulit seng, ditakuti oleh jin dan manusia, akan menangis meratap karena cintanya ditolak wanita kecil yang diharapkannya menjadi Ibu dari anak-...anaknya.
"IBU ADALAH PEMIMPIN KEMANUSIAAN YANG SESUNGGUHNYA...."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

APA PUN MUNGKIN DENGAN SEORANG GURU YANG BAIK.

Iya ya?

SEANDAINYA SAJA DULU SAYA CEPAT IKHLAS
...menerima nasehat dari orang tua, guru, atau siapa pun yang membaikkan diri dan kehidupan saya …,
mungkin saya akan hidup dalam DUA KALI LIPAT KUALITAS HIDUP saya sekarang.

Mengapa ya? Saya dulu khoq pesimis dan suka mengkritik nasehat baik?

Padahal yang diuntungkan adalah saya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 

PENGERDILAN JIWA adalah pekerjaan dan pergaulan yang menjadikan kita stress, marah tapi tak berdaya, melukai keluarga, pesimis dan sinis terhadap kebaikan.
PEKERJAAN adalah PEMBAIK KEHIDUPAN, bagi perusahaan, bagi pelanggan, dan bagi kita dan keluarga....
RAHMAT TUHAN TERSEBAR DI MUKA BUMI.
Jangan berharap rezeki dari tempat yang tidak amanah.
Upayakanlah yang lebih baik.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebetulnya, DIA YANG MENYAKITI HATI ORANG YANG MENGASIHINYA ITU, apakah yang diharapkannya?
Mengapakah dia memilih bekerja keras untuk menyenangkan orang lain yang hanya menginginkan keuntungan darinya, dan menelantarkan jiwa-jiwa yang dititipkan oleh Tuhan untuk dikasihinya?
KELUARGA ADALAH SURGA KECIL KITA DI DUNIA....
Tidak ada orang yang bisa damai hatinya, selama dia tidak membahagiakan keluarganya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat saya yang dikasihi Tuhan,
Anda tidak akan dirugikan terlalu banyak oleh kemarahan Anda, tetapi Anda pasti akan sangat dirugikan oleh dampak dari kemarahan yang tidak Anda kendalikan.
Kemarahan bisa dan wajar terjadi pada diri kita, dan tidaklah berbahaya bagi siapa pun, sampai kita menggunakannya untuk merendahka...n diri sendiri dan melukai orang lain.
Bersabarlah. SABAR ITU MEMULIAKAN.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KESULITAN SEBESAR APA PUN AKAN TERASA WAJAR bagi jiwa yang tetap melebihkan syukur daripada mengeluh.
Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita berbahagia.
Jiwa yang malas, tetap tersesat walau pun sudah sampai.
...Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan.
Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di atas masalah.
SYUKUR ITU AJAIB.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Adik and anak saya yang besar impian hatinya,
Sebuah negara akan menjadi kuat dan tumbuh dengan sehat, jika dihuni oleh LEBIH BANYAK WIRAUSAHAWAN, daripada karyawan.
Mulailah sebagai karyawan yang baik. Pelajarilah cara memimpin dan mengelola bisnis dari orang-orang berhasil. Bergaullah seluas mungkin....
Setelah itu, MENJADI PEMILIK DARI BISNIS ANDA SENDIRI, menjadi sesuatu yang logis dan alamiah. Amien

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat saya yang hatinya lembut,
Menjelang nafas-nafas terakhir hidup kita, kita TIDAK AKAN MENYESALI kurangnya uang, rendahnya pangkat, atau kurangnya popularitas dan penghargaan. Tetapi kita PASTI menyesali kurangnya kasih sayang kita kepada orang tua, suami, istri, dan anak-anak.
Segeralah pulang. Kasihan, jangan bia...rkan mereka hidup dan menua tanpa kehadiran Anda.
Love them with all your heart.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEMISKINAN ADALAH PENDIDIK TERBAIK.
Keadaan apakah yang lebih mendidikkan penghematan, memaksakan kreatifitas, meramahkan pendekatan, mengkhusukkan doa, menyungguhkan upaya, dan yang mendalamkan kesyukuran?
Kemiskinan yang disyukuri sebagai pelajaran, diikhlaskan sebagai pensahaja diri, dan digunakan sebagai pengutuh kes...ungguhan kerja, AKAN MENJADIKAN KITA PRIBADI YANG ANGGUN DALAM KEKAYAAN. Amien

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------